Berita Terkini

Korea Selatan Laksanakan Hari Berkabung Nasional Usai Tragedi Kecelakaan Pesawat Jeju Air

  Sumber foto: KBS Word Pemerintah Korea Selatan telah mengumumkan pemberlakuan hari berkabung nasional sebagai bentuk penghormatan terhadap...

Rabu, 04 Juli 2018

Menghabiskan waktu liburan lebaran di Margasatwa Ragunan


Sabtu, 23 Juni, 2018- 13.00

                                                                                 ( foto: Iqbal Rizki)

Jakarta- Antusias masyarakat Jakarta saat momentum libur lebaran, menjadikan taman Margasatwa Ragunan ( TMR)  menjadi tempat objek andalan bagi masyaraka. Banyak pengunjung memadati area taman di Ragunan pada hari,Sabtu (23/6).

TMR berada diwilayah Cilandak Jakarta Selatan, menjadi objek wisata favorit melepaskan waktu liburan lebaran bersama keluarga serta tempat belajar anak-anak mengenal hewan-hewan.

Anwar pengunjung TMR menyatakan, sejumlah pengunjung kebanyakan hadir bersama keluarga mereka. Anak-anak sangat terlihat antusias berkunjung ke TMR mengisi hari libur sekolahnya, ujarnya.
“Anwar (45) datang bersama keluarganya memutuskan berlibur di TMR, harga tiket masuk sangat murah dan anak-anak juga senang ketika berkunjung ke sini, ujarnya
“Adapun harga tiket Kebun Ragunan berfariasi, untuk orang dewasa dikenakan biyaya Rp. 5.000 dan anak-anak Rp. 4.000. selain bisa menggunakan tunai ternyata pihak Margasatwa Ragunan mengeluarkan pembayaran melalui tiket Jakcard. Ujar novi (35) karyawan penjaga tiket

Jika kalian belum mempunyai kartu tersebut bisa di beli lewat loket pembelian tiket. Harganya pun sangat terjangkau Rp. 30.000 sudah termasuk saldo,ujarnya.


                                                                     Editor: Iqbal Rizki Utama, Jurnalis:Iqbal Rizki Utama

Di Tinggal Sholat Ied, Rumah Ketua RT Dibobol Maling



Ilustrasi Perampokan


CYBER UNAS, DEPOK - Rumah ketua RT 07/RW 09 Kelurahan Abadi Jaya , Depok, Jawa Barat di Bobol Sekawanan Maling  Pada saat pemilik rumah sedang menjalankan Sholat Ied di Mesjid. Alhasil, satu sepeda motor dan uang 15 juta miliknya di gondol pencuri.
   Aksi pencurian tersebut diketahui  terjadi pada Jumat (15/6/2018) pukul 07.15 WIB. Saat itu sang ketua RT, Amir (50 tahun), usai menjalankan Salat Ied. Ketika pulang, dia terkejut karena Sepeda Motor Honda dan Uang 15 Juta miliknya sudah hilang.
    Ia Menuturkan kondisi dalam rumah sudah berantakan  “Iya, pokoknya saat saya balik dari Mesjid. Pintu rumah saya sudah terbuka lebar. Motor dan uang saya hilang. Kondisi dalam rumah dan kamar sudah amburadul”. Katanya.
     Salah satu tetangga korban, Ningsih (45 tahun), mengatakan saat kejadian itu, dia sempat melihat ada empat orang berpakaian rapih masuk kedalam rumah tersebut. “saya pikir itu tamunya Pak RT soalnya mereka pake baju rapih tapi make Masker agak curiga juga sih tapi saya takut suudzon. tapi ternyata maling masuk kerumah pak RT,” Kata Ningsih.
     Kasus ini sudah di laporkan pada Polsek Depok dan sedang dalam Penyelidikan. Kerugian ditaksir sekitar belasan juta rupiah.



Jurnalis   :  Anita Florensa Siburian
Editor      :  Nadia Ananda Putri

Warga Bangka Raya membuat seni dinding

Minggu, 30 juni, 2018 - 14.00 WIB



                                                                                                          (foto:Muhammad Ramadhan)

Jakarta- permukiman kumuh sudah sangat melekat bagi disuatu wilayah di Jakarta.terdapat wilayah padat penduduk jauh dari kesan hijau,bersih,dan nyaman.masyarakat wilayah Bangka Raya tepatnya di gang Karina Jalan bangka 2 RW 001 Jakarta Selatan. Tembok tembok dahulu hanya terlihat biasa kini disulap menjadi lebih hijau, Minggu (30/6)

Ketua RW 1 Bapak Sudaryatmo menyatakan, tembok terlihat biasa bisa kita maanfaatkan lebih baik,dengan cara mengumpulkan dana  swadaya masyarakat, kita berhasil mengubah penampilan gang menjadi berubah drastis.

Pengerjaanya pun dikerjakan secara gotong royong dilakukan semua kalangan. Halasil tidak memerlukan waktu,lama gang pun sudah berhasil kita rubah, ujarnya”

Sudaryatmo menyatakan,Kedepanya kita akan memelihara lingkungan cukup indah,dan terus berusaha menambahkan kesan tersebut,karna kita sudah membuat moto yaitu HIBERDA alias Hijau Bersih Indah dan Nyaman.
Ya jadi lebih menarik mas tadinya tembok biasa saja,setelah di gambar dan penuh warna kini terlihat lebih asri dan indah, ujar Yati (48) warga sekitar.

Jadi seru ada kegiatan gambar gambar tembok,dari pada kita nongkrong-nongkrong doang kan ada yang lebih bermanfaat 'kata Dimas remaja sekitar,” ujarnya.



                                                                                                         editor: Iqbal Rizki, Jurnalis : Muhammad Ramadhan

Makanan Bersantan Jadi Menu Wajib Saat Lebaran



Makanan khas lebaran


CYBER UNAS, DEPOK – Merayakan Hari Raya Idul Fitri sepertinya tak lengkap tanpa menyantap makanan khas lebaran. Makanan bersantan sudah tidak asing lagi terdengar saat hari raya tiba. Berbagai macam olahan menu makanan berbahan dasar santan pasti tersedia di rumah. Hal ini sudah seperti kewajiban bagi masyarakat untuk memeriahkan hari raya dengan kuliner khas turun temurun ini.
     Opor ayam dan rendang merupakan dua dari berbagai menu wajib saat lebaran. Walaupun menggunakan bahan dasar santan yang identik dengan kolesterol, namun makanan ini tak pernah luput dari daftar menu wajib di meja makan saat lebaran tiba. Masyarakat mengikuti tradisi lebaran untuk menyiapkan menu makanan bersantan ini.
     Istiyah (50)  yang merupakan warga Depok mengakui bahwa menu wajib saat lebaran adalah makanan berbahan dasar santan. “Walaupun hari-hari biasa sering dimasak, tapi kalau lebaran rasanya beda. Seperti spesial, dan harus ada di meja makan,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa menu pelengkap untuk menyantap menu wajib ini adalah ketupat. Berbahan dasar beras, lalu diolah dengan daun kelapa sebagai lapisan luar.
     Menu wajib ini seperti tradisi turun-temurun yang akan selalu ditemui saat hari raya. Meski masyarakat tidak mengetahui asal muasal menu bersantan menjadi wajib saat lebaran, namun masyarakat tidak merusak tradisi dengan mengganti menu makanannya. Istiyah mengatakan menu ini sudah seperti warisan leluhur, karena lebaran tidak lengkap tanpa makanan bersantan. “Kalau kata orang Depok sih, belum lebaran kalau belum makan opor ayam sama ketupat mba,” ujarnya sambil tertawa saat diwawancara.

Jurnalis            :  Yuni Roismawati Fatma
Editor               :  Nadia Ananda Putri